nelangsa
Dua orang teman terduduk lesu di sebuah anak tangga, keduanya menatap angin sambil berangan dan berpikir bahwa dirinya sudah tak sanggup lagi… keduanya hanya tak mau menelan ludah sendiri, tapi nelangsa itu tak kunjung hilang dari hati. Kembali keduanya memandang satu sama lain, pandangannya menyusup meyelami perasaan masing-masing..aku dengan seseorang dan dia dengan seseorang yang lain. Tak pelak lagi keduanya sedang dipermainkan persepsinya sendiri, ah..mati rasa hati ini kata dia, oh..aku hanya rindu.. Hey, lihat wajahmu…
keduanya larut dalam kebimbangan, masing-masing berkata..aku harus apa?
Ah..nelangsa menuntun dia menjatuhkan kepalanya ke lututku.. dan seorang yang sesama merindu sepertiku hanya bisa menyentuh bahunya…