Rindu pada yg Tuhan lukiskan untukku
Tuesday, January 30th, 2007"Wah, hujan turun lagi hari ini.." Titik air berjatuhan dr langit ketika mentari baru akan beranjak bangun dari tidurnya. Sepertinya dia belum meyibakkan selimutnya hingga cahayanya tak mampu menyilaukan mataku. Dingin udara pun merambati kulit di balik leherku.."Huu..dingin.." Kemudian banyak hal dipertanyakan dari hari itu..
Aku bertanya kepada diriku mengapa aku tak pernah melihat pelangi sehabis hujan di kota ini.."Bukankah itu akan indah?" Aku ingat terakhir kali melihatnya, tapi itu entah kapan. Aku hanya ingat ketika aku menengadahkan kepalaku ke langit dan melihat lengkung terindah yg pernah langit lukiskan untukku. Naturalis. Cantik. (Terpikirkan bentuk surealisnya?)
Mengapa sekarang aku tak pernah melihatnya? Ataukah banyak yang sudah aku lewatkan? Atau aku hanya tak mampu melihat keindahan lain selain lengkung cahaya itu? Bukankah sejatinya ia hanya sinar putih saja? Hanya membias dan mengurai warna..tapi itu cantik. Tapi memang ada keindahan lain yg mungkin saja harusnya bisa aku syukuri, hujan itu sendiri…
Aku lupa kapan terakhir aku berlari2 di bawah langit yg menumpahkan hujan, kapan aku berdiri pasrah saat titik2 dingin itu menyentuh kulitku dan mendinginkan luapan, sedih, tawa, dan kecewa.
Hey, tp masih ada keindahan lain yg langit hamparkan untukku. Bintang-bintang malam itu berserakan tanpa aku mampu mengenalinya (serius bwt yg ini gw butuh bantuan expert! hehe. gw rasa template konstelasi di otak gw belum cukup!). Mereka membuat dinginnya malam ingin ku taklukkan hanya dengan menegadahkan kepala dan mengagumi lukisan Tuhan lagi. Cantik.
Rindu itu semua…